Friday, March 25, 2011

Judging is the easiest thing to do

Twitter.
Jejaring sosial baru yang bikin banyak masalah kalo kita terlalu idealis di dalemnya. masalah follow-unfollow, kadang bikin pertemanan yang kalo di dunia nyata 'hangat' , 'baik', jadi jutek-jutekan, ga tegur sapa, jadi diomong-omongin. Padahal buat aku -waktu aku follow seseorang- itu berarti tweetenya menarik, inspirasional, seru, lucu, dan menghibur. Tapi waktu aku unfollow seseorang, berarti menurutku ada tiga kemungkinan:
  1. Dia terlalu sering nge-tweete. Misal nih ya tiap menit bisa 2 tweete baru. Lah penuh banget dong TL-ku sama kamu aja. :P
  2. Dia terlalu banyak kasi energi negative. Contohnya jelek-jelekin orang, ngomongin hal-hal ga penting, omongannya kasar, pesimis, GALAU terus menerus berkepanjangan (Like, can't you stop thinking about love for just a second??)
  3. chatting using RT instead of Reply.
Tapi ya itu aja. aku unfollow mereka sebagai 'mereka' di twitter, bukan sebagai 'mereka', individu yang aku kenal sehari-hari. Dan bukan berarti aku sebel sama mereka... Ga bisa juga dong nge-judge mereka emang ky gitu kalo ketemu langsung. Siapa tau mereka menarik sebagai individu, cuma pernah denger kan kalo negative energy is contagious? NAH! mungkin aja nih mereka ky gitu karena ga selektif juga sama siapa yg mereka follow... dan jadi ketularan :? Tapi aku berharap kalo pun aku unfollow seseorang, jangan sampe dia bawa-bawa ke kehidupan nyata. Well, whatever happen on twitter, stay on twitter. Dan aku juga ga pernah jadi kesel beneran sama temen-temenku yang aku unfollow... aku juga ga marah gantian kalo ada yang unfollow aku. I always afraid to losing friends, because if one gone, they are irreplaceable. Kalo ada yang tersinggung apa ga setuju sama postingan saya yg ini, gpp kok kalo mau ngomong langsung. Saya nulis juga karena ini blog, blog saya sendiri. And i just try to express how i feel and how I'm thinking about something. Dan buat temen-temen yang gantian unfollow aku karena aku unfollow... Aku minta maaf ya kalo menyinggung kalian. Love you. Jadi... Aku cuma berharap aja mereka ga nge-judge aku cuma karena masalah follow-unfollow ini. This is twitter, why so serious?

No comments:

Post a Comment