Tuesday, September 27, 2011

I MISS WEARING MY HIGH SCHOOL UNIFORM. HAVING MY FAMILY AROUND, HANGING OUT WITH MY FRIEND, AND NOT KNOWING ABOUT LOVE RELATIONSHIP YET. THERE'S NO BROKEN HEART, ONLY LAUGHS. I WAS SO PURE AND INNOCENT.

I MISS THOSE TIMES.

Monday, September 26, 2011

Best Quotes from the Movie I just saw: P.S. I Love You.

We’re so arrogant, aren’t we? So afraid of age, we do everything we can to prevent it. We don’t realize what a privilege it is to grow old with someone. Someone who doesn’t drive you to commit murder or doesn’t humiliate you beyond repair.

Nobody’s life is filled with perfect little moments. And if it were, they wouldn’t be perfect little moments. They would just be normal. How would you ever know happiness if you never experienced downs?

If you’re doing your best, you won’t have any time to worry about failure.

...i cried like a baby. Gerry is just too sweet and what a pity for Holy. btw, Gerard Butler is capital H-O-T! 

Sunday, September 25, 2011

Morning Reflection

God, why did You give me such a tiny heart?
Why did You give me so many teardrops?
Why did You give me too many frightens?

God,i apologize cuz I seek You only when I need You :(
I know that You love me, so You gave what i need instead of what i want.
You give me problems so i could learn and being mature, also have a big heart.
You give me those sad feelings, so my teardrops is a symbol that i have heart, and i have feelings.
You give me those fright, so i could avoid those bad things and think before i make a decision.


"Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram"
Published with Blogger-droid v1.7.4

Movie marathon- Sunday

I've watched these movies on a day. This Sunday. Sick.


I’m just gonna shut myself down emotionally like George Clooney.
- Friends With Benefits



Sometimes the things you want the most don’t happen and what you least expect happens. I don’t know- you meet thousands of people and none of them really touch you. And then you meet that one person and your life is changed.
Love and Other Drugs

...and happy for helping My best buddy, Syifa, preparing her event for her boyf Cumba :D


Btw this noon I was shocked by the news. One suicide-bomber just made a big explosion at Gereja Kepunton, Solo. Oh come on... Dude don't screw up with this city. Hope the victims get well very soon and back to their family safely. Against terrorism! Read the article here.

Saturday, September 24, 2011

DysaDame Launching!

Went to DysaDame launching at Pasco! It's a Garage Sale that provides many cute stuffs. The price range is start from 15K to 65K. Every Saturday they hold the sale at Passion of Chocolate ( Jalan Kalitan no.3 Solo) So you could SHOP and drink super yum blended ice. And there's MORDU too! Yayness.

 blazers, skirt, hot pants, trousers, etc



 MORDU necklaces


 high recommended: KOKI COOKIES and CHOCO

LM polka red top, HoM black dress, Anya Two-tone UP wedges, flashy bag

Sunday, September 18, 2011

Never Stop Learning

Hari ini banyak mengingatkan saya tentang arti belajar. Beberapa orang bijak berkata "Hidup adalah proses belajar tanpa akhir" dan saya rasa, saya cukup setuju dengan pendapat tersebut.
Papa saya berusia 60 tahun, beliau bisa dibilang orang yang cukup sukses karena Alhamdulillah bisa menyekolahkan keenam anak beliau Insya Allah sampai jenjang paling tinggi. Walaupun kini tiga sudah menikah dan masih mempunyai tiga tanggungan lagi, tidak menyurutkan semangat papa untuk terus bekerja. "Work like there's no tomorrow" begitu kata beliau.

Dan satu hal yang membuat saya salut sama papa adalah keinginan beliau untuk terus belajar. Di waktu senggang papa lebih suka baca buku tentang teknik celup kain ataupun pattern making. Apabila tidak membaca, beliau menonton tivi channel 200 ke atas -yang jarang saya tonton kecuali E! ataupun fashion TV- yang menurut saya, yah, membosankan, Siapa remaja perempuan yang betah nonton National Geographic atau BBC knowledge? (Jika kamu iya, mungkin itu hanya saya. haha) Kadang kadang papa manggil saya pas beliau baca buku. "Artinya ini apa, Nia?" dan saya kaget karena yang papa baca buku berbahasa Inggris. Ya ampun, papa dulu ga belajar bahasa Inggris pas sekolah dan masih mau nyoba baca. Saya malu banget, keinget omelan saya saat tahu buku-buku Advertising rata-rata berbahasa Inggris.

Dan yah... tidak semua orang hidup atau mungkin dibesarkan dalam lingkungan optimis dan positif. Beberapa membuat saya teringat suatu siang saat berbincang dengan salah satu teman. Saya bilang adek saya yang paling kecil ikut kursus Desain Grafis. dan tebak, teman saya bilang apa? "Desain Grafis aja pake sekolah!" sambil tertawa meremehkan.

"Shame on you", kata saya. Dan pergi meninggalkannya.

Lain lagi cerita beberapa teman yang tahu pacar saya kuliah lagi. "Kurang kerjaan," kata mereka tanpa tedeng aling-aling.

Ada juga yang berkata jujur "Di universitas B kita bisa beli gelar sarjana cuma setahun kuliah. Tau gitu ngapain aku masuk sini ya, udah lama mahal lagi."

Saya tidak melihat bahwa belajar itu mempunyai limit. Entah itu usia, jenis yang dipelajari, biaya, dan segala macam.
Mungkin mindset mereka masih berpikiran bahwa belajar itu wajib belajar 9 tahun dan dilanjutkan kuliah dan dapet kerjaan. Setelah itu ga belajar lagi? Lalu apa definisi "belajar" bagi mereka?

Guru tarikh saya semasa SD pernah bilang "Belajar itu membuat yang tidak tahu, menjadi tahu". Dan bukannya hidup itu tentang pengetahuan? Bukannya ilmu itu adalah harta dan modal yang tak pernah surut? Dan apabila sudah mengetahui sesuatu, akankah kamu puas berhenti sampai situ saja? Tidakkah kamu biarkan rasa ingin tahumu berkembang? Dulu awal kuliah filsafat ilmu, dosen saya -sekarang sudah jadi Dekan di fakultas- memberi pengantar bahwa "Semakin banyak yang kau ketahui, semakin banyak yang tidak kau ketahui". Dan ya coba dilogika, itu adalah benar adanya.

Contoh kecil yang pernah papa kasih ke saya. Waktu kami lagi nonton berita tentang ditangkapnya seorang desainer karena kasus penipuan. Katanya desainer itu udah ga bisa bayar utang karena dia bangkrut. Kata papa, "Dia ga bisa dibilang bangkrut walaupun hartanya udah abis, sepanjang dia masih bisa desain baju buat orang-orang, dia masih bisa bikin duit. Yang membuat uangnya, ada di otaknya."

Bener juga kan? Ditinggal disuatu daerah tanpa apa-apapun, sepanjang lingkungannya masih butuh baju, dia tetep bisa produktif. Dia bisa kerja ke orang, karena yang dibeli adalah kemampuannya. Lain kalo kalian kerja di suatu tempat tapi lewat jalan ga jujur dan tujuannya cuma cari duit aja. Kalo ternyata ada sesuatu ga terduga menimpa kalian, mau berbuat apa untuk terus hidup?

Semoga teman teman yang saya kenal, kesemuanya lebih baik di kehidupan mendatang. Jadilah seseorang yang produktif dan tidak pernah lelah belajar meskipun sudah profesor. Jangan pernah lelah belajar meskipun kalian nanti punya rumah seharga 2M. Dan bagi orang pesimis yang mencoba menjatuhkan semangat kalian, ingat satu perkataan dari Sun Zi:

"Ketika musuh memandang rendah Anda, hendaklah Anda semakin mendorong kesombongannya."

Learn like there's no tomorrow! Have a nice Monday :)

Thursday, September 15, 2011

Picking UP your UP - by Lucedale

I'm joining this quiz by my favorite Indonesian fashion blogger, Claradevi. I choose my favorite pair of UP shoe, which is LOLA PINK.
Why it should be my UP?

cuz for me,One word that suits the noun "UP" is Gorgeous. and one word that suits my style is Lola-Pink!




hope that I'll be able to win this quiz. *finger-crossed*

Saturday, September 10, 2011

The corner of Reflection - Get Well soon, Stevo

There's nothing I can do -as a huge fan of Mr. Steve Jobs- but to wish him a better health condition, happier  life and to be well very soon. And fortunately I found this story about his famous speech aka "Stay hungry, Stay foolish"- Bahasa Indonesia version.

  • Cerita Pertama: Menghubungkan Titik-Titik
Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah. Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena “kecelakaan” dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi.

Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran bayi perempuan karena ingin. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: “kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat? Mereka menjawab:“Tentu saja.” Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi.

Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya yang hanya pegawai rendah habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil.

Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai. Masa-masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar kos sehingga nebeng tidur di lantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan. Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga. Saya beri Anda satu contoh:

Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan.

Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu. Sekali lagi, Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang. Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.

  • Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan.
Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz (Steve Wozniak) dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami-Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat. Loh,, bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? tapi memang itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang. Bisa anda bayangkan kerja keras bertahun-tahun membangun kerajaan berakhir dengan anda berada di depan gerbangnya.

Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan. Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya -saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley. Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali- saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal. Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.

Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpuk batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun asangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.

  • Cerita Ketiga Saya: Kematian
Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: “Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar.” Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: “Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?” Bila jawabannya selalu “tidak” dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah. Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada. Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.

Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati. Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal. Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana, mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang. Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi.

Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna: Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu.

Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.

Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama “The Whole Earth Catalog“, yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat. Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi “The Whole Earth Catalog”, dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir. Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang.
Di bawahnya ada kata-kata: Stay Hungry. Stay Foolish.” Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu. Always Stay Hungry. Stay Foolish.

source: click here.

Friday, September 9, 2011

Emily Didonato

Kardashian Girls... Stay back for awhile. Give yer way to Emily Didonato. Adore her so much!Love her mystical blue eyes >.<





Tuesday, September 6, 2011

Jelajah Jawa Timur

To be honest I'm so tired tonight. But these are what you get... If you insisted to write a post. Don't care about the arranging, I just upload photos and will explain it randomly... Are we cool? :p

I started with last Ied Day, it was so nice and on the 3rd day I went to East Java with Papa, Ibu, Chacha, Aldo, and Fadel. It's a trip with no plan, we just spontaneously planned to go. Papa always call it "ngoboi" (from 'nge' plus cowboy) hahaha. Thursday 1st of September, we started our trip and reached Surabaya on the night. Friday, we went to Suramadu bridge and had a mall-vacation. The third day was epic, cuz I talked about Jatim Park I, II, and Batu Night Spectacular. And on 4th September we went home and finally home... Thanks to my Family, and of course Allah SWT for this beautiful days :)

Me (shaking hands with the tiger LOL) and Chacha at Jatim Park 1

 proudly present... Indonesian butterflies!

 I just lovee the electric blue colors

Fadel, Chu, and Me

 Lumpur Lapindo. take a look at the gas! scary. and it was extremely stinky... 15meters high with 1,5 kilometers, this village is completely gone :(

 Be careful cuz the stairs is dangerous. And for having incomes, people there make the ex-village as a vacation destination. To go up there, my family need to paid 50K for 6 people.

 Hotel Grand Palace at Malang. It has a renaissance style and I love it :)



 the tornado at Monumen Kapal Selam. It's equal to one mercy car! *the guide said*


 Monumen Kapal Selam aka MONKASEL at Surabaya

closer look. Lumpur Lapindo.
 You should really try this! An original Soto Lamongan :9

 Jembatan Suramadu




 He's a native Indian musician (right). You know, listening him playing Indian music... it's magic.

 Me and My Family plus the couple :p

Chachu and Fadel riding an Orbiter. Me and Aldo? We like our feet still on the ground, please.

 I nagged to my Mom "buy me this little cute baby tiger" Haha



this animal, I finally see it live after watch it only on Animal Planet


 my outfits for two days

 we took  silly photos in front of the deer. Which one is the best? ;p



 This picture, I took it from above the BNS when I was riding ALI BABA. Look, even the speed couldn't catch it. And I almost pee on my pants haha

 Amazing lampions


Chachu. She's really an adrenaline junkie -_-