Friday, February 10, 2012

Why Choose Curative then?

Awal tahun 2012 ini dimulai dengan banyak sekali kejadian tak terduga dalam skala nasional. Mulai dari Afriyani Susanti yang mengemudi mobil Xenia under influences of drugs, seekor singa di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) bernama Ony yang tiba-tiba keluar dari kandangnya dan menerkam onta yang akhirnya mati, dan baru-baru ini kemarin ada kecelakaan maut di Cisarua, Bogor dimana bis Kurnia Bakti yang ternyata remnya blong, menewaskan sedikitnya 13 orang di jalan yang kata teman saya, gak pernah gak rame. Dan yang lebih mengejutkan, pilot salah satu maskapai penerbangan yang ketauan make sabu-sabu, bahkan selagi dia melaju pesawatnya dengan nyawa ratusan penumpang di tangannya. Belum lagi dia bilang kalo dia bukan satu-satunya pilot yang memakai barang haram tersebut!

Masya Allah.

Ada salah satu persamaan antara ketiga peristiwa itu, dilihat dari bagaimana akhirnya pemerintah menaruh 'concern' untuk penyelesaian masalah-masalah itu. Mereka cenderung menyembuhkan saat udah kebacut dan bukannya mencegah sebelum kejadian. Get my point?

Nih ya, tentang Afriyani. Abis ketauan kalo pengedaran sabu-sabu, narkotik, dan psikotropika masih BANYAK diluar sana, pihak berwajib baru bilang "Akan kami usut setuntas-tuntasnya dari mana asal barang haram tersebut kenapa bisa masuk diskotek blahblahblah". Lah, kemana aja kalian? Orang yang make, ngedarin kaya gitu diluar sana masih banyak yang bebas, dapet duit, seneng-seneng. Kenapa baru ada kejadian kaya gini terus kalian baru gerak, mencari siapa pihak yang harus bertanggung jawab?

Tentang singa di TSTJ, Si Oni. Wajarlah kalo akhirnya naluri buasnya keluar dan jadi liar lagi. Lha wong kandangnya aja sempit dan ga terawat begitu. Dan lagi dia hidup sendiri tanpa pasangan, udah barang tentu dia bosen di dalam kandang engga ngapa-ngapain. Kenapa dia bisa keluar dari kandang sedangkan masih banyak pengunjung yang ada di TSTJ? Katanya sih, kandangnya cuma satu pintu dan petugasnya lupa ngunci pintu lagi abis bersih-bersih. Baru abis ketauan, pintu pager kandangnya si Oni di dobel. Harus nunggu ya sampe ketahuan, harus nunggu ya sampe kejadian jelek kaya gini? Masih untung ga ada manusia yang jadi korban jiwa, meskipun saya mengucapkan duka yang sedalam-dalamnya bagi keluarga onta yang ditinggalkan.

Tentang pilot yang make sabu-sabu... baru abis kasusnya 'geger' dan bikin heboh, semua pilot wajib ikut tes kesehatan dan pada di tes urine. What??? Jadi selama ini pilot-pilot itu kebanyakan enggak dilihat kesehatannya bagaimana, atau dia pengguna/ tidak? Kenapa baru sekarang dites-nya?

Yang terakhir tentang kecelakaan di Cisarua. Dugaan sementara bis kurnia bakti remnya blong. Kok masih boleh jalan? Apa bagi supir bus ga ada ketentuan untuk ngecek kendaraan yang mau dipake? apa ga ada himbauan untuk nyervis rutin atau apalah biar make sure 100% kalo semua kendaraan di jalan itu layak pakai?

Kenapa harus nunggu sebuah musibah terjadi untuk tahu betapa beberapa hal di Negara ini ga berjalan semestinya. Yang patut dipertanyakan apakah orang-orang yang terlibat di dalamnya, baik pelaku (Afriyani, para pilot, dan petugas kandang -masih banyak yang lain) dan pihak berwajib seperti polisi, pemilik maskapai penerbangan, atau pengembang kebun binatang itu tau tugas dan peran mereka apa?

Ini yang bikin prihatin. Yang semestinya mengayomi dan melindungi, asyik sama dunia dan kesenangan mereka sendiri. Yang harusnya negakin hukum, asyik sama kehidupan pribadinya. Yang harusnya dilindungi dan diayomi, juga gatau kalo semestinya mereka coba untuk jaga diri selalu. Inilah kenapa budaya "alah-paling-cuma-formalitas" itu berkembang di Indonesia. Ada tes kaya gini selalu dibilang "gausah dikerjain beneran, pasti lulus kan cuma formalitas" ada pengecekan kaya apa selalu dibilang "santai aja kasih duit tar ga diperkarain". We usually choose curative instead of preventive . Kita udah kebiasaan melakukan tindakan penyembuhan ketimbang pencegahan.

Lalu apa yang harus kita lakukan buat keselamatan diri sendiri? Ya mulai sekarang naik motor pake helm walaupun deket, selalu bawa surat-surat dan cek kendaraan. Pake seatbelt jangan cuma pas ada pemeriksaan polisi itu buat kebaikan dan keselamatan kalian sendiri bukannya buat cari-cari aja (walaupun emang buat mereka itu 'cari-cari' jatohnya). Dicek apa kopling, gas, rem, lampu rating berfungsi. Kalo ga ya gausah dipake dulu, diservisin. Kalopun kalian harus ikut kendaraan yang disupirin orang lain gausah ragu tanya, apa mereka udah punya SIM dan terampil mengemudi. Kalo mereka emang baik pasti ga marah, kan nyawa kalian sendiri yang dia bawa. Selalu fokus dan waspada, di jalanan walaupun kalian bener, tapi bisa aja pas apes ketemu orang yang ga bener. Maut itu dimana aja, kita gatau kapan. Jadi selalu diniatin baik kalau keluar rumah.

Naudzubilahimindzalik. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT. Happy Weekend, Readers!

2 comments: