Saturday, July 22, 2017

Rachel was in Town! - [RECIPE] Choco Lava Cake



Sesaat setalah Rachel sampai di Malmo, jalan-jalan ke Stotorget dan foto di depan patung King Gustav.

Seminggu yang lalu tepatnya hari Minggu sore, adek kelas saya dari SD, Rachel, datang ke Malmö. Wah senang sekali rasanya melihat wajah familiar saat kita jauh dari rumah. Rasanya plong bisa melepas penat, bisa ngobrolin apa aja siapa aja (karena mutual kenalan juga banyak) pake bahasa Indonesia ga baku dan cablak khas cewek kalo lagi ngerumpi! Hihi. Rachel stay di rumah selama 4 hari 3 malam karena lagi Scandi Trip, ke Malmö dan Copenhagen bolak balik dalam rangka liburan sampe kelulusan nanti. Rachel sendiri ambil master hukum di Groningen, Belanda.

Selama tiga malam itu, Alya kalo mau tidur rempong ngecekin tantenya, masih ada apa ga di kasur. Waktu Rachel udah mau pulang hari Rabu pagi, kami berdua mengantarkan sampai Triangeln, dan Alyanya sedih karena rumah sepi lagi :( Kebetulan juga suami sedang ada group assignment jadi jarang di rumah. Pagi ke Triangeln itu pun kami harus 'jalan cepat' dan kereta Oresundtȧg ke Copenhagen nyampenya hanya semenit setelah kami sampai Triangeln. Nyaris terlambat, hectic banget. Trims Rachel udah mau main ke Malmö :)

- -


Sore kemarin setelah seharian menikmati mendungnya Malmö  sampai sempat hujan, saya dan Alyaka matgay di rumah. Masak lauk udah, beresin rumah udah. Maka saya putuskan untuk bikin Lava Cake dibantu asisten cilik yang ikut heboh.

Choco Lava Cake
Resep dari Google



Bahan:
- 90 gr Tepung terigu/ vetemjöl; saya pakai merek "Sydkronan"
- 45 gr gula pasir/ socker; saya pakai merek "Garant"
- 20 gr coklat bubuk atau chocolate cake mix/ choklad kaka; saya pakai merek "Garant"
- 45 ml butter/ mentega/ smör; saya pakai merek "Milda"
- 30 ml susu kental manis/ condensed milk; saya pakai merek "Nestle"
- 2 butir telur/ ägg
- 1/2 bar coklat batangan/ Ljus Bak Choklad; saya pakai merek "Garant"

Cara Membuat:
1. Panaskan panci untuk mengukus. Sambil menunggu kukusan panas, buat adonan. Pertama-tama lelehkan mentega dan coklat, lalu di dalam mangkok besar masukkan tepung, gula, coklat bubuk, susu kental manis dan telur.
2. Aduk semua bahan menggunakan mixer, lalu masukkan lelehan mentega dan coklat. Aduk lagi hingga tercampur rata.
3. Dalam cetakan kue, tuang sampai setengah porsi, lalu beri coklat bar yang telah dipotong, tuang lagi sisanya hingga memenuhi cetakan.
4. Kukus kira-kira 10 menit sampai matang, jangan kelamaan. Diamkan sebentar, angkat.
5. Beri taburan gula halus diatasnya. Sajikan.

Friday, July 21, 2017

Mengasuh Dua Anak :D - [RECIPE] Ayam Kuluyuk

Kemaren seharian saya kedatangan tamu kecil yang berusia 7 bulan. Namanya Abdullah, anak teman kami dari Mesir yang terpaksa harus dititipkan karena orangtuanya harus pergi ke Copenhagen. Karena Abdullah belum punya passport maka untuk sementara ditinggal di Malmo dulu takutnya saat pemeriksaan paspor dikira nyelundupin anak hahaha. Ah, senangnya saya ketambahan bayi di rumah!

Abdullah ini anteng sekali, bahkan bisa tidur sendiri tanpa harus ditimang/ minum susu. Makannya pun mudah, lhap lhep, mengingatkan saya pada... pada siapa ya?! Alya daridulu picky eater jarang sekali saya tahu dia makan lahap saat masa MP-ASI. Hahaha. Aduh, pokoknya dititipin anak ini ga berasa repot sama sekali, mana anaknya sumeh, ketawa melulu.

Sekitar jam 7 malam Mama-nya datang menjemput Aboody, dan rumah jadi sepi lagi deh. Tapi setelah itu Marwaa nawarin untuk gantian jaga Alyaka semisal saya dan mas Haf mau berduaan, sampe berkali kali menekankan "I am serious about it lets schedule it!". Boleh juga, kapan-kapan lah. Hahaaa...


- -

Masih dalam edisi masak ayam utuh, kali ini saya olah menjadi ayam kuluyuk. Kalo pake filet ayam lebih gampang lagi sih ini. Ayah Alya suka banget ayam kuluyuk di belakang kampus UNS, katanya sih kami pernah makan pas jaman awal pacaran. Tapi sejujurnya saya lupa ;D Karena ga ada nanas dan paprika maka saya skip. Tapi rasanya masih 'masuk' ko...


Ayam Kuluyuk

Bahan:
- 300 gr daging ayam/ kyckling; potong-potong menjadi bagian yang kecil
- 100 gr bawang bombay/ ; iris tipis
- 2 buah cabai merah
- 4 sdm tepung terigu
- 1 siung bawang putih
- 2 sdm saus tomat
- 1 sdt kecap Inggris
- 1 sdt cuka
- 1/2 sdt gula pasir
- Secukupnya garam dan lada
- 1 sdt tepung maizena dilarutkan dengan setengah gelas air matang

Cara Membuat:
1. Bubuhi daging ayam dengan garam dan lada, lalu taburkan tepung terigu. Goreng sampai matang, sisihkan.
2. Tumis sisa bahan bersama bumbu, aduk rata.
3. Letakkan ayam diatas piring saji, siam dengan saus. Sajikan hangat.

[RECIPE] Beef Piccata

Saat bulan Ramadan kemaren, kami sekeluarga buka puasa bareng teman-teman muslim yang tinggal di satu apartemen. Tiga keluarga yang terdiri dari orang Indonesia, Mesir dan Pakistan sepakat untuk bikin dish yang beda-beda, yang khas dari negara masing-masing. Saat itu saya masak mie goreng, sosis solo dan kolak pisang. Sosis solo-nya habis ga ada sisa, mie gorengnya dibawa pulang sama para tamu, dan kolaknya nyisa banyak haha.

Nah teman saya yang dari Mesir, Marwaa, bikin salah satu hidangan yang enak betul. Saya penasaran tanya apa namanya, ternyata Beef Piccata atau Pekata, dan aslinya dari Prancis bukan Mesir. Ada daging dan jamur dalam saus kental, sedep banget. Keesokan harinya saya langsung tanya resepnya dan coba bikin. Sampai sekarang pun kalo ada stock daging di kulkas saya sering bikin Piccata karena mudah sekali.


Beef Piccata

Bahan:
- 500 gr daging sapi has dalam/ Oxfilé; untuk make sure halal/ gak-nya, cek bagian belakang kemasan, kalo ada logo masjid Insyaa Allah halal :);
- 1 buah lemon/ citron; peras
- 1/2 sdt garam/ salt
- 1/2 sdt merica bubuk/ vit-peppar malen
- 1/2 sdt oregano
- Secukupnya minyak zaitun/ olivolja
- 2 sdm tepung terigu/ vetemjöl
- 1/2 buah bawang bombay/ lök
- 100 ml susu/ mjölk
- 4-5 buah jamur champignon/ champinjon ; potong-potong
- 2 siung bawang putih/vitlök ; geprek

Cara Membuat:
1. Biasanya daging saya pukul-pukul lalu dilumuri perasan jeruk nipis agar lebih empuk. Setelah itu bumbui dengan garam, merica bubuk, dan oregano. Taruh di chiller kurang lebih 30 menit.
2. Di wajan, panaskan butter. Setelah panas, pan-fried daging sapi, bawang bombay dan jamur hingga matang dan jamur berwarna kecoklatan.
3. Di panci, panaskan butter lalu tambahkan tepung terigu. Setelah larut, masukkan bawang putih lalu tambahkan susu dan masak sampai kental. Masukkan daging, bawang bombay dan jamur yang telah dimasak. Tambahkan cream cheese, garam dan merica. Koreksi rasa.
4. Sajikan dengan tambahan potongan parsley.


About The Stroller... - [RECIPE] Hainan Chicken Rice


Saya sudah pernah bikin postingan ini sebelumnya di instagram, dan karena saya rasa perlu untuk menulis dan menjelaskannya lebih panjang di sini, maka saya putuskan untuk membuat satu postingan lagi tentang stroller Alyaka.

Stroller pertama yang Alya pakai adalah Chicco Liteway. Ini warisan kakak sepupunya yang lalu saya titip jual ke salah satu rental persewaan peralatan bayi di Solo, terus engga dibayar sampai sekarang. Hahaha. Yasudah deh ga mau bahas itu, saya mencoba mengikhlaskannya dan males mengungkit luka lama. Oke lanjut.

Yang kedua adalah stroller yang akan saya bahas. Stroller Alyaka yang saya bawa dari Indonesia merek "Coco Latte" seri otto n70 warna abu-abu. Stroller ini sebenernya enak sekali karena cabin size dan beratnya hanya sekitar 7 kg, cocok untuk travelling. Pertimbangan pertama saya beli ini saat usia Alya 8 bulan adalah yang bisa dibawa traveling tapi juga nyaman duduknya, karena Pockit menurut saya agak ga nyaman posisi anak, tapi buat compact nya ga ada yang ngalahin sih. Coco Latte seri ini mungkin agak agak mirip sama babyzen yoyo/ kiddopotamus/ einhill ya karena dari bentuk sih hampir sama tapi kalo urusan kualitas mungkin paling bagus dan paling mahal tetep babyzen yoyo.


Alyaka di otto n70, duduknya selalu melorot dan miring X)


Nah, Otto n70 ini saya beli baru di Mom & Me Solo Baru. Waktu itu November 2016 saya beli sekitar 1,6 juta dan buat saya 'pas' lah dan karena mau ke Palembang saat itu maka saya putuskan untuk langsung beli daripada harus nunggu babyzen yoyo dikirim dari Jakarta. Dipakai di Solo sih ga ada masalah karena selalu dipakai indoor di mall. Ga bakal kebayang kalo dipake di trotoar jalanan atau jalan berbatu di Solo bakal susah atau enggak. Nah stroller ini akhirnya setelah dipakai di Swedia mulai kerasa kalo emang bukan buat daily stroller.

Awal-awalnya sih masih baik-baik aja. Lalu lewatlah kami di jalanan yang ditata dari bebatuan atau cobblestone dan mulai kerasa sulit dimanuver. Lama-lama rodaya suka nyangkut dan ga bisa rotate. Terus karena dipake tiap hari dari mulai belanja sampe pergi jalan-jalan, masalah lain muncul.

Pas ujan, kehujanan. Karena mau beli stroller rain cover ga ada yang compact karena coco latte bukan merek yang banyak dijumpai di Eropa sini.

Pas belanja, barang belanjaan ga bisa banyak yang masuk/ ditaroh di stroller karena bagian keranjang bawahnya kecil dan kapasitas barangnya ga banyak.

Dan lagi kalo udah penuh gantungan, suka 'njengat' (apa sih bahasa Indonesianya yang pas?!) karena kan ringan.

Terus, Alya duduk ga nyaman karena ga ada cushion.

Terus lagi, ga ada footrest. Ini yang jadi concern paling utama Ayahnya Alyaka dan saya, karena kalo lagi di luar kami bergantung banget sama stroller dan Alya sering tidur juga, pasti jadi ga nyaman buat tidur kalo kelamaan.

Akhirnya setelah saya sounding berkali-kali, suami saya setuju dan memutuska untuk beli stroller baru. Yang pasti harus lebih gede rodanya (atau jogging stroller), ada footrest, bakoh, dan muat banyak barang. Datanglah kami ke salah satu babyshop di Djaknegattan, namanya Barnafar G-knapp. Dekat situ juga ada baby shop khusus untuk stroller juga yaitu Beba, tapi saya lebih sreg sama servis di barnafar G Knapp dan udah terlanjur punya inceran di sana. Setelah nyoba-nyoba stroller Brio Maxi Plus, Ayah Alya suka, dan harganya pun masuk, sekitar SEK3000 sesuai budget awal kami.

Eh, pas mau bayar lewatlah kami di bagian depan, ada promo stroller Emmaljunga (baca: emmalyunga) seharga Brio Maxi yang akan kami beli. Tapi, dapet bonus windcover dan hoodnya bisa penuh nutupin wajah anak even saat posisi fully reclined saat dia tertidur. Tanpa pikir panjang langsung kami ganti hati ke emmaljunga ini. Serinya 2017 Scooter 4S Competition in Neon Pink.

Emmaljunga sendiri merek asli Swedia ya, dan kaya merek asli swedia yang lain para lokal cenderung lebih suka dan lebih bangga pake merek asli mereka yang selain itu kualitasnya emang ga usah diragukan lagi. Yang jadi faktor pemberat mungkin cuma kalo udah sampe Indonesia susah servisnya karena sparepart segala macem ga ada di Indonesia. Kalo mau tau tentang Emmaljunga bisa klik di sini.


Tampak samping, hood dipasang setengah dan kursi posisi feeding, footrest dilurusin buat kaki anak posisi tidur.

Plusnya stroller ini adalah:
1. Berat. Jadi mau gantung atau bawa barang berat dan banyak pun dia ga jadi 'oleng'.
2. Rodanya gede jadi aman mau di pasir/ cobblestone pun.
3. Footrestnya bisa diadjust jadi 3 posisi.
4. Keranjang di bawahnya gede, aku bahkan suka masukin semua barang belanjaan di sana dan aman aja ga jatuh (kecuali kalo stroller dinaikin ke tangga).
5. Cushionnya udah termasuk bawaan, dan karena ada cushion Alya duduknya lebih nyaman ga nyamping ke kanan kiri.
6. Posisi duduk standar tiga: feeding, sleeping, playing. Five safety point harness juga.
7. Separator atau pemisah di bagian crotch bisa dicopot.
8. Hoodnya penuh nutupin anak bahkan saat posisi tidur sekalipun.
9. Pegangan tangan untuk orangtua juga bisa diadjust ketinggiannya sampe tiga setel.
10. Gampang banget dimanuvernya! Dan setelah browsing ternyata emang Emmaljunga terkenal juga karena ini.


Tampak depan dibandingin sama Coco Latte Otto n70

Kekurangannya adalah:
1. Berat. Jadi kelebihan, tapi juga kekurangan. Kalo stroller mesti dilipet atau diangkat saat di tangga, kerasa lumayan beratnya.
2. Kalo dilipet masi bulky dan gendut banget!
3. Cuma bisa forward facing ga bisa parent-facing, tapi menurutku ga jadi masalah di kami karena Alyaka udah gede juga lebih suka lihat pemandangan daripada emak bapaknya.


Jaring-jaring di Otto n70 biasanya dipasang di Emmaljunga juga, saya beli di Maxi ICA harga sekitar SEK50. Gantungan di pegagan tangan Emmaljunga saya beli di Indonesia. 

Oh iya, dari shopkeeper Barnafar G Knapp saya baru tau kalo stroller juga butuh maintenance kayak dikasi pelumas roda-rodanya, terus secara berkala dilepasin rodanya, dan bagian sekrupnya gitu. Nah kemaren karena ga perlu beli cushion dan hood extension lagi kami alokasikan dananya buat beli rain covernya, merek Emmaljunga juga kalo ga salah seharga SEK150. Kunci gemboknya beli di Clas Ohlson harga sekitar SEK70.

Sekian tentang perstrollerannya! Semoga bisa jadi pertimbangan bawa/ beli stroller yang kaya apa kalo mau ke Eropa. Oh iya satu lagi, stroller Emmaljunga punya saya ini ga bisa buat newborn, cuma usia 6mo+ sampe kira-kira 4 tahun usia anak (berat 15 kg-an). Jadi kalo mau beli yang dari newborn bisa cari referensi lain.

- -

Diantara kegalauan mau masak apa (seperti biasa), dan adanya ayam utuh di kulkas saya pun cari resep Hainan Chicken Rice ini di Cookpad. Yang saya suka dari makanan ini adalah ga digoreng/ ditumis sama sekali cuma main rebus, pastinya jadi lebih sehat. Dan kalo seasoningnya pas jadi gurih banget. Seperti biasa juga kalo Ayah Alyaka dan Alyakanya suka, pasti saya share di sini.


Hainan Chicken Rice

Bahan:
- Setengah Ayam Utuh/ helkyckling
- 1 batang Sereh/ citrongräs; saya biasa beli di LUCU, geprek lalu ikat
- 2 lembar daun jeruk/ lemonblad; diplastikan merek "Vincent's Spice Imp & Exp"
- 1 sdt ketumbar bubuk/ koriander; saya pakai merek "Santa Maria"
- 3 siung bawang putih/ vitlök; geprek
- 3 ruas jahe/ ingevära; memarkan
- Garam dan lada secukupnya
- 1 Liter Air
Bahan Nasi:
- 500 gr beras; saya biasa beli di ICA karena murah dan enak.
- 2 sdm margarin
- Daun bawang dan Bawang Goreng

Cara Membuat:
1. Tumis bawang putih, lalu masukkan air. Tunggu hingga mendidih.
2. Masukkan semua bahan ayam, lalu masak sampe ayam empuk, sisihkan.
3. Memasak nasi: di rice cooker masukkan beras, lalu tambahkan kuah kaldu sebanyak masak nasi biasa. Masukkan juga bumbu-bumbunya. Tambahkan margarin, aduk.
4. Masukkan ayam di atas beras, lalu masak sampai nasi matang. 
5. Sebelum disantap, Ayam bisa dipanggang di teflon sebentar. Sajikan dengan potongan daun bawang dan bawang goreng. Sajikan kuah terpisah. 














Wednesday, July 12, 2017

[RECIPE] - Ayam Goreng Kecap Inggris


Beberapa hari belakangan saya sangat ga mood buat ngapa-ngapain karena sedang PMS. Rutinitas sehari-hari dilakukan dalam 'diam' - yang menurut suami lebih baik 1000x lipat daripada dulu selalu sensi dan marah-marah, hahaha. Mungkin karena ada Alyaka sekarang jadi lebih bisa 'nahan' emosi, kadang kalo saya lagi marah banget atau kesel banget dia suka kesetrum dan jadi rewel. Akhirnya sama-sama berujung ga enak deh...

- -

Ini menu sarapan kami beberapa hari yang lalu. Saya bumbui/ marinate ayamnya selama sehari, karena ayam utuh 1 ekor waktu itu sisa dan bisa dimasak jadi 3 hidangan berbeda yaitu sapo ayam, sosis solo dan ayam goreng kecap Inggris. Yang ini praktis dan mudah banget dibuatnya, pagi tinggal saya goreng sebentar dan dicocol sambal terasi, sedapnyaaa.

Ayam Goreng Kecap Inggris
Resep dari buku "Chinese Food Populer"

Bahan:
- 1/2 ekor ayam/ helkyckling;, potong sesuai selera
- 1 sdm garlic powder/ vitlökspulver
- 2 sdm kecap Inggris/ worcestershire sauce; saya pakai merek "Lea & Perrins"
- Secukupnya garam dan lada
- 1/2 sdm chili powder; saya skip karena Alya belum makan pedes.
- 1 sdm mentega atau butter/ smör; untuk makanan gurih saya selalu pakai merek "Bregott" yang normalsalt
- Sayuran pelengkap

Cara Membuat:
1. Bumbui potongan ayam dengan garlic powder, kecap Inggris, chili powder, garam serta lada. Marinate/ diamkan sejenak selama paling kurang 15 menit di chiller agar bumbu meresap.
2. Goreng sampai matang, tiriskan.
3. Panaskan mentega sampai mencair, tuang ke atas potongan ayam. Sajikan.

Tuesday, July 11, 2017

Älmhult IKEA Museum

Akhirnya hari Minggu kemarin, kami sekeluarga sempat dan jadi juga pergi ke IKEA Museum di Älmhult. Perjalanan sangat panjang dan dipenuhi dengan kebingungan karena ternyata kereta yang bisa langsung menuju Hässleholm dari Malmö Triangeln sedang tidak beroperasi hari itu. Jadilah kami berangkat modal nekat dan ngoboi. Saya dan suami sepakat buat nyantai aja, kalo ga kekejar ikut tour guide yang free yasudah kita bisa kesana lihat-lihat sendiri. Alhamdulillah malam itu Alyaka tidur cukup nyenyak dan berhasil tanpa nenen. Yay!

Kami berangkat dari Triangeln sekitar pukul 08.40. Sampai stasiun terlambat 5 menit kereta yang menuju langsung ke Lund, tapi ternyata bisa juga naik pȧgatȧg (gratis pakai Jojosommar) dan sampai juga langsung ke Lund. Perjalanan sekitar 20 menit, sampai di Lund kami lanjut naik bus Skȧnetrafiken jurusan Hässelholm. Nah, perjalanan by bus ini yang memakan waktu cukup lama sekitar 1,5 jam-2 jam saya kurang tahu pasnya karena ketiduran di bus sepanjang perjalanan. Alhamdulillah Alyaka juga tidur lelap.

Sampai di Hässelholm sekitar pukul 11.00, kami langsung masuk stasiun dan beli tiket untuk Osby-Älmhult, karena tidak bisa lagi memakai Jojosommar yang hanya free untuk wilayah Skȧne saja, sedangkan Osby sudah masuk provinsi lain yaitu Smȧland.  Tiket untuk berdua dewasa seharga SEK 94.

Perjalanan sekitar 30 menit, sampai di stasiun Älmhult ternyata dekat sekali dengan museum IKEA hanya jalan kaki sekitar 100 m. Dari jauh sudah terlihat IKEA hotel, dan belok ke kanan terlihat papan ke IKEA Museum. Museum ini adalah tempat dimana first store IKEA didirikan, dan Älmhult sendiri adalah hometown dari founder IKEA, Ingvar Kamprad. Alhamdulillah sampai!

photo by mas @hafidznovalsyah

Biaya masuk yaitu SEK 60 per orang, sedangkan Alyaka belum bayar. Kami langsung pergi ke resto dulu atau Köket (kitchen) karena sangat lapar. Di resto kami memesan Swedish shrimp salad, Mexican Meatball, Salmon meatball dan strawberry smoothie. Untuk air mineral, teh dan kopi gratis dan bisa refill sepuasnya. Kami ga pesan swedish meatball atau vegetarian meatball karena sudah pernah incip di IKEA Malmö. Harga per porsi untuk meatballnya adalah SEK 70, relatif murah untuk harga makanan di resto. Saladnya enak sekali, segar dan Alyaka suka. Dua main dish nya punya rasa dan karakter yang beda; Mexican meatballnya kalo boleh dideskripsikan sebagai dish yang 'berani, freestyle' sedangkan Salmon Meatballnya lebih 'kalem dan anggun' begitu. Hahaha kok bisa ya pake anggun?! Ya kira-kira begitu deh. Later we found out saat di museum kenapa IKEA memilih meatball atau bakso sebagai main dish di restonya, karena rasanya bisa variatif dan dari anak kecil sampai orangtua pun bisa makan. Dan kenapa akhirnya IKEA, yang dimulai dari toko furnitur bisa merambah ke punya resto juga karena dulu, pelanggan yang datang sering harus pulang karena lapar di jam makan. Makanya mereka akhirnya bikin resto sekalian, kalo kata Jaja, makan di resto di toko bangunan. Hahaha.


photo by mas @hafidznovalsyah

Selesai makan kami langsung masuk ke museum. Museum terbagi menjadi tiga bagian yaitu "Our Roots", "Our Story" dan "Your Story". Di bagian "Our Roots" diceritakan awal mula sejarah kebangkitan di Swedia pasca perang dunia kedua, dan bagaimana hal ini membentuk bisnis IKEA menjadi seperti sekarang. Jadi dahulu seusai perang negara Swedia ini miskin sekali, banyak warganya yang akhirnya migrasi ke Amerika. Di tengah keterpurukan itu mereka memanfaatkan segala sumber daya yang ada, sampai akhirnya mereka bisa mulai bangkit. Pemerintah mengeluargan imbauan agar setiap rumah dibangun dengan efisien, dan harus rapi serta bersih. Semenjak itulah Swedia berkembang jadi negara yang maju dan teratur seperti sekarang ini. Salut banget, hanya dalam waktu sekitar 80 tahun mereka bisa reformasi sedemikian rupa, makanya orang tua dia Swedia ini sangat dihormati karena merekalah yang membentuk negara ini menjadi seperti sekarang. Nah di sini juga diceritakan tentang masa kecil Ingvar Kamprad sampai awal mula dia mendirikan IKEA.

photo by bapak-bapak yang kebetulan lewat

Masuk ke bagian kedua "Our Story", kita bisa melihat-lihat cerita berjalannya perusahaan ini dari awal berdiri hingga sekarang. Di sini didisplay produk-produk ikonik mereka, disertai informasi tahun dibukanya cabang-cabang lain di seluruh dunia. Sekitar tahun 70-an, mereka bahkan sudah kepikiran tentang Integrated Marketing Communication, karena masalahnya saat itu mereka pengen bikin katalog International, tapi logo IKEA sendiri di masing-masing negara berbeda-beda, bahkan di Jerman logonya ada pake helm Viking. Sebagai anak advertising saya dibuat 'waw' sekali dengan pemikiran-pemikiran dan inovasi yang dilakukan perusahaan ini. Ga heran mereka established sekali dan punya brand image yang positif - sampai sampai banyak yang jadi IKEA freak ya :p Di bagian ini kalian juga bisa foto ala ala cover catalog IKEA dan langsung diprint jadi.



Di bagian ketiga, "Your Story", ada cerita dari para pengguna produk IKEA. Cerita tentang bagaimana mereka menggunakan produk IKEA dalam keseharian mereka, yang tentunya juga sangat menarik. Oiya di lantai 1, ada ruangan khusus untuk craft dan kreativitas anak-anak, juga disediakan minuman dan microwave seperti di Bibliotek. Jangan kuatir juga kalo bawa pushchair atau stroller karena liftnya tersedia sampai ke setiap lantai.


photo by mas @hafidznovalsyah

Ada total 2 lantai untuk museum, 2 lantai untuk pameran dan toko juga restoran. Pameran sementara yang sedang berlangsung kemarin dari tanggal 3 Juni adalah "Textile Playground", yang tentunya sangat membuat saya excited untuk berjelajah! Di sana kami bisa menciptakan motif sendiri, belajar tentang sejarah tekstil dan pattern di Swedia, sampai mencoba membuat apron, tote bag dan cushion cover. Terakhir kali saya menggambar pola, menggunting kain, dan menjahit terasa seperti decade ago jadi agak kagok, tapi overall saya sangat senang menemukan eksibisi yang menjadi minat saya, karena itu tekstil, dan punya kegiatan menarik. Hasil kerajinan tangannya boleh dibawa pulang, dan tentunya gratis.


photo by mas @hafidznovalsyah

Sekitar jam 04.30, kami memutuskan untuk pulang. Menggunakan rute yang sama bahkan ayahnya Alyaka harus berdiri sepanjang perjalanan dari Hässleholm - Lund di atas bus dan Alyaka yang rewel karena masuk jam makan malam, kami sampai di Lund dan sempat strolling around Lund Station. Kami naik kereta menuju Triangeln station dan sampai di rumah sekitar jam 08.00. Malam itu semuanya tidur lelap, capeeek! Tapi semuanya worth. Dan kami belajar banyak jatuh-bangun bisnis Ingvar Kamprad dan betapa visionernya beliau. Salut.


photo by mas @hafidznovalsyah

Semoga perjalanan ini dapat memberi pelajaran untuk kami, dan informatif buat kalian yang mau ke Älmhult kapan-kapan. Percayalah, 4 jam pulang pergi dari Malmö ini ga akan kami sesali :) Official website untuk IKEA museum bisa diklik disini ya. Dan kalau mau lihat-lihat foto lain bisa cek di instagramku atau instagram mas Hafidz. Thank you!

[RECIPE] - Apple Banana Cake

Ini salah satu camilan kenyang kesukaan Ayahnya Alyaka dan Alyaka juga, yang sering jadi tersangka bertambahnya ukuran lingkar pinggang suami... Beneran deh dua bulan lalu saat saya pertama kali sampai di Malmö, ada satu kemeja suami yang 'pas' dia pake. Tapi sekarang kemeja itu agak lebih ketat di bagian perutnya... Hahaha

Cake ini sangat mudah dibuat ya. Saya udah berkali-kali bikin, kemaren saat halal bihalal dengan teman-teman dari Indonesia pun saya bikin, dan Alhamdulillah pada suka. Bahkan ada yang becanda kalau saya beli cakenya, bukannya bikin sendiri hahaha


Apple Banana Cake

Bahan:
- 1 buah Pisang/ bananer
- 1 buah Apel/ äpple
- 180 gr tepung terigu/ vetemjöl; saya pakai merek "Kungsörnen"  
- 120 gr gula pasir/ strö socker; saya pakai merek "Garant"
- 30 gr gula palem/ Brun Farin Strö; saya pakai merek "Dan Sukker"
- 1 sdt baking powder/ bakpulver; saya pakai merek "Kent Boringer"
- 1/2 sdt bubuk kayu manis/ kanel malen; saya pakai merek "Aruna"
- 3 butir telur/ ägg
- 120 gr butter cair/ mör; saya pakai merek "Milda" yang saya combine dengan "Bregott" Normalsalt

Cara Membuat:
1. Ayak tepung terigu, gula pasir, gula palem, baking powder dan bubuk kayu manis
2. Bawa adonan ke pinggir, masukkan telur ke tengah, aduk.
3. Tambahkan butter cair, aduk.
4. Tambahkan pisang dan apel, aduk. Taruh di loyang, tata sisa potongan apel di atasnya.
5. Oven 180 C selama 30 menit. Tuang susu kental manis, sajikan.

Sunday, July 9, 2017

Strolling Around Lilla Varvsgatan - [RECIPE] Sapo Ayam

Hari Sabtu kemaren rencananya saya sekeluarga mau ke IKEA Museum, tapi malamnya karena begadang untuk sleep training Alyaka maka kami memutuskan untuk menunda sehari, karena sekeluarga baru bangun tidur jam 9 pagi. Belum lagi kami bertiga kompak tidur siang dan bangun lagi jam 2 siang... What a day hahaha

Saat bangun siang itulah kami merasa sangat suntuk di rumah. Saya juga belum masak lagi jadi daripada wasted kami putuskan untuk jalan-jalan ke Maxi ICA lagi dan jajan Domino's Pizza di depannya. Akhirnya sekitar jam 3 sore kami berangkat.

Belanja sebentar di Maxi ICA, di mana niatnya hanya beli beras tapi setiap kali belanja sama ayahnya kenapa selalu over budget ya X) maklum kan suami jarang groceries shopping, jadi sekalinya jalan-jalan yang dibeli banyak adalah camilan dan makanan aneh-aneh. Setelah itu kami bermain sebentar di taman dekat situ, lalu makan malam ke Domino's Pizza. Setelah makan malam rencananya kami mau melihat art installation karya Monika Gora, namun ternyata agak jauh. Akhirnya kami putuskan untuk jalan-jalan di sekitar Turning Torso.


Öresund bridge tampak kecil dari jauh. Photo by ayah @hafidznovalsyah

Kami duduk di pinggir pantai, melihat Öresund bridge atau Öresunborn dari jauh, dan menikmati anging yang (tidak) semilir. Lalu lanjut menemani Alya bermain di tamannya. Di situ kami bertemu dengan Birthe, seorang nyonya yang ternyata mengadopsi anak dari Indonesia dan baru saja kemarin pulang dari Indonesia. "I see a familiar face and I knew exactly you guys are from Indonesia", katanya. Birthe sedang mangajak jalan-jalan anjig peliharaannya bernama Selma, dan kami ngobrol sementara Alyaka bermain dengan Selma.




Alyaka dan Selma. Photo by ayah @hafidznovalsyah

Tidak lama setelah itu kami pulang karena angin makin kencang, dan mampir sebentar ke toko makanan dekat rumah yang belum pernah saya kunjungi. Saya lupa namanya apa, tapi lumayan lengkap camilannya walaupun harganya relatif sedikit lebih mahal daripada Lucu atau Netto. Malamnya, malam kedua Alyaka tidur sendiri tanpa nenen, dan Alhamdulillah nangisnya 'cuma' satu jam. Semoga tambah sebentar dan lama-lama ga pakai nangis lagi ya, dek.


- -

Jumat pagi masak sapo ayam, karena minggu lalu beli ayam utuh dan belum sempat diolah. Alhamdulillah Ayahnya Alyaka suka, dan enak. Satu hal yang saya suka dari masak sapo adalah ga digoreng, yang pasti jadi lebih sehat dan pasti matang.


Sapo Ayam
Resep oleh Henky Rutuwene

Bahan:
- Setengah ekor daging Ayam/ helkyckling; harganya lebih murah daripada beli fillet/ wings sepaket. Potong-potong sesuai selera, kalau saya potong jadi 12 bagian
- 1 butir Telur ayam/ ägg;  rebus, kupas. Boleh digoreng boleh engga.
- 1 buah Kentang/ potatis; iris, rebus, tiriskan
-1 buah wortel/ morrot; iris, rebus, tiriskan.
- 1 batang daun bawang/ vȧrlök ; iris serong
- 2 buah jamur hitam/ svamp; iris
- 1 siung bawang putih/ vitlök; memarkan
- 2 sdm kecap ikan; saya pakai Seasoned soy sauce for seafood, merek "Lee Kum Kee"
- 2 sdm kecap manis/ Soja sȧs, atau Sweet soy sauce. Saya pakai merek "Healthy Boy Brand"
- Secukupnya garam dan lada

Cara Membuat:
1. Tumis bawang putih hingga harum, lalu campurkan semua bahan bersama bumbu. Tambahkan 2 gelas air +- 300 ml.
2. Ungkep sampai airnya menyusut sebagian
3. Sajikan.

Saturday, July 8, 2017

Baby Sleeping Habit I Wish I Knew As a New Mom ❤



Ada beberapa hal yang menurut saya mesti didismiss dari tradisi atau kebiasaan pengasuhan anak bayi yang jamak dilakukan di sekitar lingkungan saya. Beberapa hal itu terbukti merugikan, dan di sisi lain tidak membuat hidup anak dan orangtua menjadi berkualitas (at least untuk saya). Andai saja dulu ada yang 'mengingatkan' saya untuk tidak melakukan hal di bawah ini atau untuk tidak melakukannya terlalu lama sehingga jadi kebiasaan... 

Namun, tulisan saya ini adalah murni pengalaman saya pribadi, yang saya tulis berdasarkan opini saya, boleh setuju atau enggak ya... bebas :) Boleh pilih untuk ga setuju, karena setiap 'pengalaman' dan 'kondisi ideal' bagi setiap keluarga dan ibu-anak kan beda-beda. Lupakan soal 'normalnya' karena ga ada oranglain yang hidup bersama ibu dan anak selain orang di sekitar mereka, yang komen aneh-aneh kan biasanya tetangga atau kenalan jauh yang ga ikut capek :p 

Di banyak negara maju, seperti Swedia, anak tidak dibiasakan tidur dengan orangtua atau istilahnya co-sleeping. Mereka punya kasur sendiri di baby crib yang sampai nanti mereka cukup besar untuk punya kasur biasa sendiri. Alasan tidak dianjurkannya co-sleeping adalah karena masalah safety, yaitu kemungkinan orangtua membahayakan si anak tanpa sadar. Kedua, anak terbiasa tidur sendiri dan bisa menenangkan diri mereka saat terbangun di malam hari, sehingga otomatis lebih mandiri dan tidak bergantung pada keberadaan orangtua untuk bisa terlelap.

Di lingkungan saya, baby crib dilabeli sebagai hal yang 'alah-paling-nanti-ga-kepakai'. Ya, memang jelas, karena bayi dibiasakan tidur sambil dinenenin atau 'breastfeeding until sleep'. Otomatis anak bayi tidur bersama orangtua. Saat memasuki usia 3 bulan, saya ingat untuk pertama kali Alyaka tidak bangun setiap 2 jam, tapi bablas sampai pagi. Saat itu dia masih tidur di box bayi pemberian mandenya, yang dikhususkan untuk bayi newborn dan bisa rocking atau diayun. Namun semakin dia besar dan bisa tengkurap, saya pindahkan untuk tidur di kasur bersama saya, dan saya sempat frustasi karena Alyaka 'bau tangan' - yang ternyata hanya sebuah fase saja- , dinasehati untuk 'kelon' atau menyusui sambil tiduran sampai anak terlelap. Keuntungannya:
1) Jelas ibu ga capek 
2) Kalau anak sudah tidur ga perlu repot-repot mindahin lagi takut kebangun. 

Namun disisi lain kekurangannya juga banyak yaitu:
1) Ibu menghabiskan banyak waktu untuk nursing, sedangkan banyak pekerjaan lain yang mesti dilakukan, apalagi jika tidak menggunakan jasa ART seperti saya 
2) Bayi sangat bergantung pada ibu dan ga bisa self soothe jika terbangun 
3) Bayi ga bisa membedakan mana waktu tidur dan mana waktu menyusui sehingga selalu mengasosiasikan 'mengantuk' dengan 'nenen' agar bisa tidur.

Untuk lebih jelas tentang good side, bad side dan other ugly truth tentang nursing baby to sleep bisa buka link ini.

Hal ini berlangsung sampai usia Alyaka 16 bulan, dan untuk pertama kalinya semalam saya merasa sudah 'cukup' dengan perkelonan ini. Direstui suami, kami mulai melatihnya untuk bisa tidur sendri tanpa harus nenen. Alyaka menangis hingga berjam-jam di kasur dengan saya di sampingnya, hanya berulang menenangkan ditepuk punggung dan dielus kepalanya. Kasihan pasti, tapi tega harus. Ini semua untuk kebaikannya dan kebaikan orangtuanya, agar ia bisa lebih mandiri dan orangtuanya bisa lebih cukup berisitirahat.

Semoga berhasil dan membawa kebaikan jangka panjang untuk keluarga kami. Aamiin...

Friday, July 7, 2017

Ngungsi - [RECIPE] Terong Cabai Hijau

Tetangga sebelah kamar saya kemarin lusa sore ketok pintu, dia bilang kalo besok (kemaren) bakal ada penyemprotan serangga di kamarnya. Dia lagi hamil 8 bulan tinggal menghitung minggu, dan suaminya super freaked out nemu serangga di lantai apartemen lalu diperlukanlah penyemprotan... Dia advice kami untuk ngungsi sementara karena wanita dan anak di bawah 3 tahun sendiri ga boleh berada di dalam ruangan sampai 24 jam. Dia sendiri pergi nginep ke hotel selama 4 hari, "just for precautions". Ya boleh lah...

Akhirnya mendekati waktu penyemprotan saya dan Alyaka pergi jalan-jalan keluar, dan memutuskan untuk main ke rumah Mba Rida, teman sesama dari Indonesia dan suaminya sedang studi S3 di kampus yang sama dengan Ayah Alyaka. Di sana juga sudah ada Mba Ikma, dri Indonesia juga, suaminya satu angkatan dengan Mas Haf... Akhirnya kumpullah kami di sana sampai sore. Namanya ibu-ibu ya, kalau kumpul sambil ngobrol ngalor ngidul ga kerasa waktu berlalu begitu cepat. hehe.


- -

Sampai rumah, Ayah Alya udah pulang dari kampus. Makan hari itu saya masak terung cabai hijau, kalau bikinan mbahti di rumah rasanya super maknyus... dan karena masih dalam rangka kangen Indonesian dish saya coba bikin deh. Alhamdulillah rasanya enak, walaupun ga sama kaya bikinan mbahti. Ayah Alya juga suka.



Terong Cabai Hijau

Bahan:
- 1 buah terong/ äggplanta; saya biasa beli di Lucu, namun pernah lihat di Lidl ada. Disini gendut-gendut, beda sama di Indonesia yang panjang-panjang.
- Bakso/ kycklingköttbullar; dipotong belah empat atau utuh diiris ujungnya jadi empat. Saya pakai merek "Baladi", ada logo halal dan rasanya enak banget, beli di Netto.
- 2 buah Cabai Hijau/ grön peppar; iris tipis
- Setengah bagian Bawang Bombay/ lök
- 1 buah Daun Bawang/ lök vȧren; iris tipis
- 1 siung bawang putih/ vitlök; memarkan
- 1/2 sdm Kecap Ikan;  saya pakai Seasoned soy sauce for seafood, merek "Lee Kum Kee"
- 1 sdm Kecap Inggris/ worcestershire sauce; saya pakai merek "Lea & Perrins
- 1 sdm saus tomat/ tomatsȧs
- 1/2 sdt gula pasir/ Strö Socker; saya pakai merek "Garant".
- Secukupnya garam dan lada

Cara Membuat:
1. Terong diiris tipis, boleh memanjang atau kotak. Rendam dalam air selama 10 menit, tiriskan, lalu goreng. Sisihkan.
2. Tumis semua sisa bahan bersama bumbu, aduk sebentar. Masukkan terong. Pastikan semua bahan matang.
3. Sajikan.

Thursday, July 6, 2017

Maxi ICA - [RECIPE] Crepe Sucree Basah

Karena stok diaper alya udah menipis, kemaren setelah merampungkan setengah utang setrikaan saya memutuskan untuk pergi ke Maxi ICA. Karena belum pernah ke sana dan katanya lengkap banget, makanya saya rela bela-belain beli diaper jauh-jauh ke sana.

Sekitar jam 1 siang, saya keluar dari apartemen. Di depan pintu ketemu sama tetangga kami dari Mesir, Marwa,yang lagi ditinggal bersama 4 anaknya oleh suaminya ke Inggris sampe Jumat nanti. Iya, empat, dan cowok semua X)

Akhirnya saya putuskan untuk nemenin Marwa dulu ke daerah Rosengȧrd nyelesaiin urusannya dulu, terus bareng-bareng ke Maxi ICA. Dari Rosengȧrd kami naik buss 35, turun Centralen dan dilanjut buss 5 turun pas di sebelah Turning Torso dan jalan sedikit ke Maxi ICA. Ternyata emang bener, di sana lengkap banget. Dari mulai perabot rumah tangga, bumbu-bumbu, sayur buah dan perkakas lain. Yang niat awalnya hanya beli diaper jadi 'beranak' beli saringan gorengan, susu, stevia, coklat, dan lain-lain. Biasa lah ya ibu-ibu... 

- -

Kami pulang dari Maxi ICA sekitar jam 6 sore, dan Ayahnya Alya udah pulang dari kampus. Akhirnya kami makan malam lalu saya kepikiran buatin Crepe basah untuk Alya yang lagi susah makan karena tumbuh gigi. 


Crepe Sucree Basah (Crepe Manis Basah)

Bahan:
- 200 gr tepung terigu/ vetemjöl; saya pakai merek "Kungsörnen"  
- 1 sdt Baking powder/ bakpulver; saya pakai merek "Kent Boringer"
- 1 butir telur/ ägg
- 50 gr gula/ strö socker; saya pakai merek "Garant"
- 300 ml susu/ mjölk; saya pakai merek "Skȧnemejerier"
- 2 sdm margarin/ smör; saya pakai merek "Milda"
- Susu kental manis/ condensed milk; saya pakai merek "Nestle"
- Pisang/ bananer
- Coklat/ljus bak choklad; saya pakai merek "Garant"
- Blueberry/ blȧbär; mudah sekali ditemukan dimana-mana, dari toko sampai pedagang kaki lima. Biasanya 100 SEK dapat 3, atau tergantung timbangannya kalau di supermarket.

Cara Membuat:
1. Masukkan tepung terigu, baking powder, telur, gula, susu dan margarin ke dalam mangkuk, aduk rata sampai halus tidak bergerindil.
2. Panaskan teflon, lalu kecilkan apinya. Tuangkan satu sendok atau dua tergantung besar teflon, lalu tipiskan dengan cara diputar teflonnya agar adonan menyebar dan sekiranya bisa kering bagian luarnya.
3. Setelah itu beri potongan pisang yang telah diiris tipis dan keju. Tutup sampai bagian luarnya kering. 
4. Lipat menjadi bentuk kipas bisa 2 kali ataupun sekali saja cukup. Angkat. Lakukan sampai adonan habis.
5. Tata di piring, beri susu kental manis dan parutan coklat, beri topping buah sesuai selera. Kalau Alyaka karena senang sekali dengan blueberry makanya saya pilih buah ini. 

Wednesday, July 5, 2017

Being Outdoor Once a Day - [RECIPE] Sup Daging Sapi & Jamur Goreng Crispy

Beberapa minggu lalu setelah bikin janji di BVC Bambino dekat rumah di Davidshallgatan, kami datang ke klinik dengan rencana mau imunisasi MMR untuk Alya. Vaksin MMR atau Measles, Mumps dan Rubella ini di Indonesia belum wajib, dan stocknya sering kosong. Banyak orangtua di Indonesia yang akhirnya harus pergi ke Singapura untuk memvaksin anaknya MMR...

Beredar hoax kalo vaksin MMR ini bisa menyebabkan speech delay dan autism, yang ternyata ga benar ya :) Saya rutin whatsapp-an soal vaksin dan kesehatan Alya di sini dengan dr. Ardhi, Sp.A (praktek di RS Kasih Ibu Solo), dan beliau encourage sekali kami untuk vaksin MMR ini mumpung di Eropa. MMR sendiri adalah vaksin untuk mencegah penyakit gondong, campak, dan rubella.

Setelah datang dan berbekal surat keterangan imunisasi/ Immunization Record yang ditandatangani dr. Ardhi dan dicap RS Kasih Ibu, kami datang ke klinik. Immunization Record ini bisa diminta ke DSA masing-masing ya, biasanya kan ditulis di kartu, tapi nanti sama dokternya digabung dan dalam Bahasa Inggris. Kata temen saya, Kak Uti, yang sekarang tinggal di Seattle, anaknya tetep dicek darah sebelum vaksin lagi untuk memastikan udah vaksin apa aja. Tapi kemarin kami ga perlu cek darah Alya karena berbekal kartu ternyata cukup.

Setelah ditimbang, diukur panjang dan lingkar kepala, kami masuk ke ruang perawatnya. Melihat ke kartu imunisasi Alya, ternyata Alya udah pernah divaksin Measles bulan Desember lalu. Dia bilang sih mending dosis vaksin kebanyakan daripada kurang, dan dia harus dapet ijin dulu dari dokter sebelum vaksin lagi. Jadi kami diminta nunggu kurang lebih sebulan sampai summer break selesai dan fasilitas kesehatan beroperasi lagi.

Nah, akhirnya kami jadi konsultasi aja di situ. Saya cerita kalo kemaren Alyaka sempet diare, dan flu berulang kali. Ternyata agar ga sering terkena virus, anak-anak harus sering dibawa keluar ruangan dan bermain di alam terbuka. Logikanya, di dalam ruangan itu virus lebih banyak mengendap dan menular. Jadi deh, saya dan suami sekarang bikin jadwal untuk bawa Alyaka keluar paling enggak sehari sekali. Entah itu ke taman, belanja, atau jalan-jalan aja di depan rumah. Plusnya, anaknya jadi capek dan tidur malam jadi lebih lelap :D

- -

Hari ini masak sup daging sapi kesukaan Ayahnya Alya, karena mau ngabisin stock daging sapi di kulkas. Sup, karena main direbus, jarang ada yang gagal dan ga enak. Paling-paling hambar, tapi gampang dikoreksi rasa. Ada jamur champignon juga masih banyak, karena bosan ditumis akhirnya saya goreng crispy.



Sup Daging Sapi
(Resep dari Tim Dapur PARAS)


Bahan:

- 250 gr daging has dalam/ Oxfilé; untuk make sure halal/ gak-nya, cek bagian belakang kemasan, kalo ada logo masjid Insyaa Allah halal :)
- 200 gr brokoli/ broccoli
- 2 buah kentang/ potatis; biasanya ada yang jual per pak kemasan 1 kg, tapi bisa juga ambil sendiri sesuai kebutuhan. Kalo ada embel-embel ekologist-nya biasanya lebih mahal.
- 1000 ml air kaldu; biasanya sisa balungan ayam saya rebus dengan bawang putih, bombay dan jahe. Nanti air rebusannya jadi kaldu dan disimpan di wadah setelah dingin, masukin kulkas.
- 2 batang daun bawang/ lök vȧren
- 1 batang seledri/ selleri
- 1/2 wortel/ morot; sama seperti kentang, wortel juga ada per kemasan dan ambil sendiri.
- 1/4 bawang bombay/ lök
- 4 siung bawang putih/ vitlök
- 1 sdt garam/ saya pakai merek Falksalt Hushȧllssalt yg med jod.
- 1/4 sdt gula pasir/ Strö Socker; saya pakai merek "Garant".
- 1 sdt merica bubuk/ Vit-peppar malen
- 1 sdt kecap ikan, saya pakai Seasoned soy sauce for seafood, merek "Lee Kum Kee"
- 2 sdm margarin untuk menumis
- 1 sdm bawang merah goreng/ Frid Onion


Cara Membuat:
1. Potong dadu daging sapi dan kentang, potong brokoli sesuai kuntum, iris tipis daun bawang dan seledri, cincang halus bawang bombay dan haluskan bawang putih.
2. Panaskan margarin, tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum.
3. Tuang kaldu dan masak hingga mendidih. Masukkan daging dan masak hingga daging empuk.
4. Jika daging sudah empuk, masukkan wortel dan kentang. Masak sampai wortel matang, lalu masukkan brokoli, tambahkan gula garam merica dan kecap ikan. Masak kembali.
5. Tuang seledri dan daun bawang, sajikan selagi hangat dengan taburan bawang goreng.



Jamur Goreng Crispy
(Resep dari www.justtryandtaste.com)

Bahan:
- Jamur Champignon/ champinjon; di resep asli menggunakan baby champignon dan ga dipotong-potong. Karena adanya yang gede-gede saya iris jadi 5 bagian.
- 3-4 sdm tepung terigu/ vetemjöl; saya pakai merek "Kungsörnen"
- 2 sdm maizena/ majsstivelse; merek "Maizena"
- 2 siung bawang putih parut/ vitlök; ada yang jual udah dicincang atau dihaluskan juga.
- 1/4 sdt merica bubuk; Vit-peppar malen
- 1/2 sdt garam; saya pakai merek Falksalt Hushȧllssalt yg med jod.
- 1/2 sdt cabai bubuk (saya skip karena Alyaka belum makan pedas)
- 100-150 ml air es
- 100 gr breadcrumbs; saya pakai cornflakes yang dihaluskan.

Cara Membuat:
1. Siapkan mangkuk, tuang breadcrumbs.
2. Di mangkuk lain masukkan tepung terigu, maizena, bawang putih parut, merica bubuk, garam dan cabai bubuk. Tambah air es sedikit demi sedikit sampai adonan kental cenderung pekat. Koreksi rasa, jika kurang asin tambah garam.
3. Lumuri jamur dengan adonan sampai rata, lalu celup ke breadcrumbs.
4. Goreng sampai keemasan. Bisa disimpan di kulkas juga untuk stock, tahan 1-2 hari.

Tuesday, July 4, 2017

Bestik Sapi Sederhana

Sebagai seorang anak yang ga pernah sama sekali ke dapur masak dish yang ribet sebelumnya, saya jadi percaya dan yakin bahwa masak itu gampang (elaaah gaya), dan bisa dipelajari. Dulu waktu kuliah di ESMOD, paling banter saya cuma goreng tempe dan rebus kangkung - tar dimakan pake sambel pecel kiriman dari rumah. Waktu magang di Octovate lebih parah, selalu beli makan di luar karena sering lembur. Waktu di Dian Pelangi I basically still live on the same dorm tapi untuk urusan makan, orang-orang DP paling jagoan lah karena ens ens banget, makan siang dimasakin, makan malem kadang kita pergi keluar bareng... dan ini ga pereuz lho. Hahaha.

Nah hari ini kebetulan aku masak Bestik Sapi. Nemu resepnya dimana lagi kalo bukan di Cookpad, aplikasi penyelamat ibu-ibu dari kegalauan mau masak apa hari ini. Thanks, Cookpad. Resep ini diupload oleh Diyah Kuntari.


Bestik Sapi Sederhana


Bahan:

- Daging Sapi/ Nötkött; saya biasa beli di Lucu Food (Singelgatan 1, Malmö) atau di Hemköpp deket rumah di Triangeln.
- 1 siung besar bawang bombay/ lök, dimana-mana ada tapi kalo beli di Netto cenderung jelek-jelek. Saya biasa beli di Lidl/ Hemköpp.
- 1 butir telur/ ägg
- 5 sdm kecap/ Soja sȧs, atau Sweet soy sauce. Saya pakai merek "Healthy Boy Brand"
- 4 sdm margarin/ smör, saya pakai merek "Milda"
- 500 ml air; ga perlu beli aqua atau air isi ulang ya di sini air dari keran bisa langsung diminum.
- Garam secukupnya; saya pakai merek Falksalt Hushȧllssalt yg med jod.
- Gula pasir secukupnya/ Strö Socker; saya pakai merek Garant. 
- 5 siung bawang putih/ vitlök
- 1 sdt merica/ Vit-peppar malen
- 1 sdm margarin untuk menumis
- Taburan bawang goreng secukupnya/ Frid Onion; saya masih pakai stock yang dibawa dari Indonesia, digoreng sendiri sama emak... ga ada yang nandingin sih. Kalo mau beli yg udah digoreng di sini banyak.

Cara membuat:
1. Iris daging sapi tipis-tipis. Kalo saya, habis dikeluarin dari freezer langsung dicuci pake air anget dan diiris langsung tipis. lebih mudah pas masih setengah beku. 
2. Marinate daging dengan kecap, margarin, kocokan telur, garam dan setengah bagian bumbu yang telah dihaluskan (bawang putih dan merica). Diamkan selama 15-30 menit di chiller.
3. Tumis sisa bumbu halus sampai wangi.
4. Masukkan irisan bawang bombay, masak sampai layu.
5. Masukkan daging yang telah direndam beserta semua bumbunya. Aduk-aduk hingga berubah warna.
6. Masukkan air sebanyak 300 ml, gula dan garam. Masak hingga air menyusut. Setelah itu masukkan lagi air 200 ml, masak sampai bumbu meresap dan daging empuk.
7. Sajikan selagi hangat dengan taburan bawang goreng dan kentang goreng.







Bab Baru ❤



Setelah hampir dua bulan beradaptasi dengan kehidupan di Malmö, sampai kemaren udah ngerasain puasa 18-19 jam lamanya dan masak sendiri, makan sendiri, nyuci sendiri... sekarang mulai menikmati banget hidup jadi Ibu Rumah Tangga :)) Dan jadi ngerasa salut banget sama para ibu di luar sana yang melakukan semua pekerjaan domestik buat keluarganya tanpa bantuan... kalian hebat!

Nah setelah dipikir-pikir kadang ngerasa juga kangen nulis dan blogwalking, akhirnya setelah ngobrol sama suami, kenapa ga saya bagiin dan share hal baru yang saya temui disini, itung-itung kalo bisa membantu teman-teman yang ada rencana untuk living abroad terutama di Swedia ini.

And from now on, saya coba nulis lagi yaaa... Mohon dukungan dan feedbacknya, kalo ada yang salah boleh lho ditegur. Selamat baca!