Friday, July 21, 2017

Mengasuh Dua Anak :D - [RECIPE] Ayam Kuluyuk

Kemaren seharian saya kedatangan tamu kecil yang berusia 7 bulan. Namanya Abdullah, anak teman kami dari Mesir yang terpaksa harus dititipkan karena orangtuanya harus pergi ke Copenhagen. Karena Abdullah belum punya passport maka untuk sementara ditinggal di Malmo dulu takutnya saat pemeriksaan paspor dikira nyelundupin anak hahaha. Ah, senangnya saya ketambahan bayi di rumah!

Abdullah ini anteng sekali, bahkan bisa tidur sendiri tanpa harus ditimang/ minum susu. Makannya pun mudah, lhap lhep, mengingatkan saya pada... pada siapa ya?! Alya daridulu picky eater jarang sekali saya tahu dia makan lahap saat masa MP-ASI. Hahaha. Aduh, pokoknya dititipin anak ini ga berasa repot sama sekali, mana anaknya sumeh, ketawa melulu.

Sekitar jam 7 malam Mama-nya datang menjemput Aboody, dan rumah jadi sepi lagi deh. Tapi setelah itu Marwaa nawarin untuk gantian jaga Alyaka semisal saya dan mas Haf mau berduaan, sampe berkali kali menekankan "I am serious about it lets schedule it!". Boleh juga, kapan-kapan lah. Hahaaa...


- -

Masih dalam edisi masak ayam utuh, kali ini saya olah menjadi ayam kuluyuk. Kalo pake filet ayam lebih gampang lagi sih ini. Ayah Alya suka banget ayam kuluyuk di belakang kampus UNS, katanya sih kami pernah makan pas jaman awal pacaran. Tapi sejujurnya saya lupa ;D Karena ga ada nanas dan paprika maka saya skip. Tapi rasanya masih 'masuk' ko...


Ayam Kuluyuk

Bahan:
- 300 gr daging ayam/ kyckling; potong-potong menjadi bagian yang kecil
- 100 gr bawang bombay/ ; iris tipis
- 2 buah cabai merah
- 4 sdm tepung terigu
- 1 siung bawang putih
- 2 sdm saus tomat
- 1 sdt kecap Inggris
- 1 sdt cuka
- 1/2 sdt gula pasir
- Secukupnya garam dan lada
- 1 sdt tepung maizena dilarutkan dengan setengah gelas air matang

Cara Membuat:
1. Bubuhi daging ayam dengan garam dan lada, lalu taburkan tepung terigu. Goreng sampai matang, sisihkan.
2. Tumis sisa bahan bersama bumbu, aduk rata.
3. Letakkan ayam diatas piring saji, siam dengan saus. Sajikan hangat.

No comments:

Post a Comment