Last Andalusian Hype: Málaga



Bermodal nekat hanya menyediakan 24jam+ saja untuk menjelajah Málaga, kami sekeluarga ternyata bersenang-senang sekali di hari itu. Menurut saya, Málaga punya charm tersendiri yang tidak dimiliki kota Andalusia lain, dan lebih terasa 'modern'. Sedikit ada penyesalan mengapa hanya sehari saja di sana karena ada banyak tujuan wisata yang menarik, tapi mengingat banyaknya kewajiban di Malmö sudah menanti kami, tandanya mungkin harus balik ke sini lagi suatu saat... hehe.

- -

5 Agustus 2017
Kami sampai di Málaga siang menuju sore, dan langsung naik taksi ke Airbnb yang telah dipesan Mas Haf. Lokasi menginap kami pas di pusat kota, dan berada di lantai dua apartemen yang terhitung mewah. Pemiliknya, Maria, dulu tinggal di sana namun pindah ke lokasi lain yang relatif lebih sepi. Malamnya kami baru sadar kenapa Maria pindah dari apartemen yang bagus dan mewah itu... karena malam berisiknya minta ampun. Kami sampai susah tidur, untungnya cape sekali jadi bisa terlelap meskipun sulit. Mungkin karena malam minggu ya jadi semua orang menghabiskan waktu hingga malam di luar. Plusnya, kemana-mana dekat sekali. 

Sore itu kami memutuskan untuk makan malam di Astrid Taperia Organica, hanya berjalan kaki 10 menit dari apartemen. Awalnya kami ga begitu ngeh sama menu-nya, hanya search restaurant based on recommendation from TripAdvisor. Dan ternyataaa, enak banget! Resto ini punya tagline 'Cuisine with Ecological and Healthy Products with Original Mix of Mediteranian and Asian'. Mereka menyediakan menu-menu dengan bahan organic, yang tentunya sehat. Kami pesan minum jus wortel dengan turmeric dan ginger, surprisingly Alya suka. Dan kami pesan ikan, quinoa, kari dan kwe tiaw dengan dessert gluten free cake. Yum!





Setelah makan malam kami mampir ke Supermarket di dekat apartemen untuk beli bahan makanan untuk sarapan keesokan harinya. Setelah belanja, kami jalan-jalan malam di sekitar Malaga Square. Lalu pulang ke apartemen untuk istirahat.

✤ -

6 Agustus 2017
Pagi-pagi kami bangun dan langsung sarapan spaghetti instan (my bad) yang saya beli kemarin. Setelah itu kami menuju Cathedral of Málaga, tapi ga bisa berlama-lama di sana karena sedang ada misa. Setelah dari Cathedral kami mampir sebentar ke gift shop & museum yang ada persis di depan Cathedral. Setelah itu tujuan kami adalah Roman Theatre, yang ternyata sedang direnovasi. Kami cuma sempet sebentar masuk ke museumnya yang dibuka untuk umum dan free entrance. 

Selesai muter-muter di sekitar Roman Theatre, kami makan siang di salah satu resto yang menyediakan black paella, atau paella yang dimasak dengan tinta cumi-cumi sehingga warnanya menjadi hitam. Suami udah nyari black paella ini semenjak kami di Cordoba, yang akhirnya seneng karena kepengenannya keturutan, hehe.

Tujuan selanjutnya adalah must visit place di Malaga, Museum Picasso! Yep, Pablo Picasso, that famous painter, was born here. Audio guide disewakan secara gratis, dan fyi museum ini ketat banget soal peraturan mengambil gambar. 


Sorenya kami lanjut ke Centre Pompidou Málaga yang berada di dekat marina. Di sini kami had a lot of fun! Eksibisinya menarik, dan atraktif even for kids. Saya akhirnya melihat langsung karya Andy Warhol, Yoko Ono dan Frida Kahlo yang dipamerkan di sini.


Selesai dari museum, kami makan malam seafood di resto yang berada di pinggir marina, sambil melihat kapal dan menikmati suasana sore itu. Seafood platternya tergolong lengkap ada cumi-cumi, udang, gurita, dan ikan yang digoreng kering (deep fried). 


Selesai makan kami lanjut main di pantai sampai sunset. Ga mau menyianyiakan kesempatan 'keceh' di Spanyol, kami biarkan Alyaka main air pantai dan pasir hingga basah kuyup, padahal ga bawa baju ganti dan spare pampers pun habis! Akhirnya Alyaka didudukin di stroller pakai dress dan dibuntel selimut, dialasin changing pad biar ga kena ompol >.< 


Setelah hari mulai gelap kami kembali ke apartemen karena harus istirahat, packing dan bersiap-siap untuk first flight keesokan harinya. Ternyata makin malam Malaga makin ramai, lho. Meriah dan semarak sekali suasananya.



✤ -

7 Agustus 2017
Jam 05.00 kami berangkat dari hotel naik taxi yang telah dipesankan oleh Maria, host Airbnb kami. Sampai di airport, karena satu dua hal, we missed our flight to Copenhagen. Akhirnya kami harus transit di Zurich, Switzerland dan berangkat ke Copenhagen keesokan paginya. Kami sekeluarga sampai di Malmö tanggal 8 Agustus siang...


Akhirnya selesai juga perjalanan 10 hari Paris-Andalusia Trip kami di summer 2017. Saya ga berhenti mengucap syukur Alhamdulillah kalau keinget semuanya, betapa Allah SWT sayang banget sama kami hingga kami diberi kelancaran dari awal berangkat sampai pulang lagi. Ya meskipun ada drama missed flight yang mengharuskan kami spent more money on that, saya tetap bersyukur. Yang saya rasakan adalah perjalanan ini menguatkan kami bertiga, memperkuat bond kami sebagai keluarga dan yang terpenting memberikan banyak pelajaran kepada kami tentang banyak hal. Tentang pentingnya tetap tenang saat situasi di luar kendali kita, tentang betapa dibutuhkannya kerjasama suami dan istri untuk semua hal, tentang meredam emosi, mengalah, berpikir jernih. Tentang melihat lagi ke dalam kanak-kanak kita untuk menikmati momen. 

Tentang tak peduli sebaik apa rencana manusia, Tuhan masi punya rencana lain yang lebih indah.

Terimakasih Allah. 
Laa Haula Wa Laa Quwwata Illabillah. There is neither might nor power except with Allah.

Terimakasih suamiku, untuk semuanya. Untuk rencana perjalanannya. Untuk liburannya. Untuk jadi sabar saat istrimu ini marah-marah (uhuk). Untuk tetap menjadi pemimpin kami di manapun kami berada.

Dan terimakasih anakku, Alyakamali Basagita Hafidz, untuk kerjasamanya sepanjang perjalanan. Bunda & Ayah akan selalu mengingat tawa bahagia di usiamu yang ke 17 bulan itu saat berkeliling Eropa. Di akhir hari, hanya hiburanmu yang membuat capek kami hilang dan berganti jadi semangat untuk esok harinya.

Terimakasih semesta. See you again, Paris and Spain.

Comments

Popular Posts