Curahan Hati Alyaka Untuk Bunda*



Bunda, Selamat Pagi! Semoga Bunda tidur nyenyak malam tadi agar hari ini suasana hati bunda bagus biar sepanjang hari senang…

Bunda, sepagi ini, Alyaka ga sabar menjalani hari sama bubu. Mau ngapain kita ya hari ini? Main apa? Alyaka udah membayangkan pastinya seru! Mungkin kita bisa ajak Fluttershy dan Rainbow Dash main bersama…

Bunda, tapi kok dari pagi Bunda udah pegang handphone? Apa yang Bunda cek? Penting kah? Kalau penting, Alyaka gak apa-apa Bunda! Palingan cuma sebentar kan? Alyaka tunggu…

Bunda, udah sepuluh menit. Alyaka udah main sendiri. Tiga puluh menit, Alyaka masih sabar, ga ngeganggu bunda lagi pegang hape…

Bunda. Kayaknya tadi jarum jam yang panjang di angka 3, ini udah angka 3 lagi. Pasti Bunda sibuk, sambil sesekali ketawa lihat apa yang bunda lihat di hape. Andai Alyaka juga tahu lucunya dimana, Bunda! Tapi Alyaka masi terlalu kecil.

Tadi Alyaka cari perhatian bunda, karena udah bosen main sendiri. Tapi kata bunda: Sebentar, Nak. Bunda masih sibuk aja lihat hape. Bahkan kalau Alyaka main dari jauh agar gak ganggu bubu, tapi sesekali mau kasih lihat Alyaka bikin rumah-rumahan dari Lego, atau cetakan pasir bentuk beruang, Bunda cuma bilang “Waah bagus” tanpa lihat ke Alyaka. Hmm gimana bisa bubu komentar seperti itu ya? Padahal baling-balingnya aja bunda ga lihat karena Alyaka umpetin, biar bunda penasaran dan kesini. Tapi gak papa, Bunda!

Bunda, udah agak siang. Alyaka lapar. Bunda bikin roti lapis tapi masih tetap ngecek hape terus… Gak papa bunda, urusannya pasti belum selesai ya. Alyaka makan sendiri aja kalau gitu. "Pinternya!" Kata Bunda. Alyaka senang karena bubu akhirnya taroh hape di meja, Yay! Alyaka lanjutin makan sampai habis dan lahap karena lapar… tapi lho lho kok, bunda pegang hape lagi? Kok Alyaka direkam? Kok Bunda ngomong sama hape? Alyaka disuruh senyum buat apa?

Bunda, ayo main, Alyaka udah kenyang! Tapi kata Bunda harus beresin rumah dulu… Oke Alya tunggu, biar rumah rapi bersih jadi kita hidup sehat ya, Bunda? Bunda kan gak mau Alya sakit dan kotor. Terimakasih Bunda, udah menjaga Alyaka.

Tapi alangkah senang hati Alya kalau bubu bersihin rumah dengan senyum, jangan marah-marah… Bunda ngecek jam terus daritadi, sambil bilang “Duh udah siang aja”. Bunda, kalau boleh ingetin, kita tadi bangunnya pagi, terus siang, udah lama kita bangun. Enggak tiba-tiba siang seperti kata bunda. Tapi daritadi bunda yang sibuk aja sama hape? Terasa sebentar ya, Bunda?

Alyaka pengen pipis… Sampai takut bilangnya karena bunda seperti marah dan masih kerepotan.

Aduh, ga kuat lagi, Alyaka ngompol.

Tapi Bunda malah lebih marah jadinya! Bunda banting semuanya, sambal bilang dengan nada tinggi kenapa ga bilang, pipis di tempatnya, kan udah besar. Maaf bunda. Alyaka cuma takut ganggu bunda...

Bunda, ini udah siang dan rumah udah rapi. Alyaka siap main! Tapi Bunda bilang, Bunda capek abis bersihin rumah, lalu ajak Alyaka nonton Rainbow Ruby. Alyaka suka! Kita nonton bareng ya Bunda, sambil ceritain soal Ruby, Choco, Thunderbell, Walikota Lingling…

Tapi ternyata Alyaka nonton sendirian lagi. Bunda ada sih, tapi bukannya istirahat karena capek, Bunda malah kerja lewat hape lagi. Kali ini sambil bawa makan siang Alyaka. Yeay, makaaan! Alya kasuka makan sama bunda.

Tapi ternyata bunda tetap nontonin hape, ga ikut lihat TV. Oke gak papa, Alya juga kan sambil lihat TV, jadi Alya sebenernya bakal cuekin bunda juga hihi maaf ya Bunda :’)

Bunda sekarang nyuapin Alyaka, Alyaka sukaaa! Kadang sambil Alyaka bercandain, tapi kayaknya bunda bete kalo Alyaka bercanda sambil makan. Pengennya Alyaka cepet-cepet selesai gitu. Padahal Alyaka suka kalau Bunda suapin, berarti ada Bunda di dekat Alyaka. Makanya Alyaka mau lama-lama. Tapi malah Bunda marah, bilang jangan diemut, jangan lama-lama!

Selesai Alyaka makan, Bunda ke belakang. Terus udah lama kok Bunda gak balik-balik lagi ke depan TV, katanya cuma mau cuci piring… Ternyata Bunda di kamar, ngecek hape lagi. Alyaka udah bosen nonton, dan Bunda udah selesai makan juga nyuapin Alyaka, sekarang kita main yuk! Alyaka udah ga sabar nungguin dari pagi…

Tapi, kata Bunda sekarang waktunya Alyaka tidur siang. Alyaka belum mau, bunda! Mau main dulu.

Tapi bunda seperti ga sabar ajakin Alyaka tidur siang. Ada apa Bunda? Apa bunda mau kerja? Apa ada yang mau dilakukan? Pasti bunda butuh waktu untuk sendiri dulu ya? Andaikata Bunda main sama Alyaka, nanti Alyaka juga akan capek ko Bunda, terus Alyaka akan ngentuk sendiri!

"Panasnya Surabaya," kata Bunda. Nyalain AC dan kita tiduran di kamar… Alyaka suka banget saat-saat kalau Bunda ga pegang hape dan peluk, cium, main sama Alyaka, lihat Alyaka aja. Ga bisa dikatakan senangnya hati Alya, dari pagi udah pengen seperti ini!

Bunda lalu peluk Alyaka kencang sekali, sambil dinyanyikan, "tidurlah nak…". Tapi lalu Alya merasa Bunda udah ga lihatin Alyaka lagi. Alyaka lihat atas dan Bunda ternyata sambil lihatin video dan foto orang lain di hape Bunda. Siapa mereka, Bunda? Alyaka tanya. Kata Bunda,  anak teman bunda, lucu ya. Lalu Bund ketik sesuatu. Alyaka gak tahu apa karena belum bisa baca? Tapi dengar bunda berguma “Ya ampun lucunya anakmu...”

Andai Alya juga hidup di dalam layar ya, biar Bunda perhatikan?

Alyaka akhirnya tidur karena capek bermain sendiri daritadi…

Bunda, udah sore. Alyaka bangun sambil nangis karena Bunda udah ga ada di samping Alyaka. Bunda malah marah-marah waktu datang, padahal Alyaka hanya ingin dipeluk. Kata Bunda ga perlu menangis. Tapi Alyaka sedih, Bunda. Waktu tidur Alyaka mimpi kalau Bunda akan peluk Alyaka dan perhatikan Alyaka terus seperti saat sebelum tidur. Maaf, Bunda…

Sekarang Bunda bilang mau beresin rumah karena Alyaka tadi mainnya berantakan. Alyaka tunggu, setelah itu kita ngapain Bunda?? Main di luar yuk!

Bunda lalu mandiin Alyaka sore… beresin rumah, kamar depan, dapur, belakang. Kata Bunda, Ayah mau pulang dari kerja. Yeeey Alyaka suka! Karena itu berarti Alyaka akan main sama Ayah dan Bunda. Walaupun seringnya waktu malam, Bunda sibuk sendiri dan biarin Alyaka main sama Ayah. Kayaknya Bunda senang akhirnya ada yang ngeliatin Alyaka selain Bunda dan pegangin Alyaka selain Bunda, jadi seperti bebas ya?

Tiba wakrtunya Alya makan malam. Hampir sama seperti makan siang, Bunda masih sesekali ngecek hape Bunda. Mungkin ada yang penting malam-malam gini ya Bunda? Gak apa-apa, Alyaka tunggu. Alyaka main sama Ayah,meski sesekali Ayah juga cek hape karena ada kerjaan.

Lalu bubu gantian mandi, bersihin muka, pakai krim wajah… Kata Bunda, kalau Bunda udah pakai krim wajah, Alyaka ga bisa cium lagi karena ada obatnya. Padahal Alyaka mau cium dan peluk Bubu terus…

"Udah malam," kata Bunda. "Waktunya tidur…" Tapi Alyaka belum mau tidur, Bunda! Alyaka masih mau main sama Ayah dan Bunda. Tapi kata Bunda, udah capek dan mau istirahat. Yaudah kita baca buku yok, Bunda? Kan cuma sambil tiduran bisa, Alyaka senang sekali dibacain buku sama Bunda! Alyaka yang pilih ya… Thumbelina atau Peter Pan? Timun Mas atau Malin Kundang?

Ini Bunda, Alyaka ambilkan bukunya jadi Bunda ga perlu capek-capek berdiri lagi untuk ambil! Diterima ya Bunda, mau bacain kan? Bunda bilang iya, tapi kok sambil agak males-malesan… Coba aja buku cerita itu seperti hape, pasti Bunda semangat dan hilang kantuknya!

Selesai dibacain, Alyaka masih mau baca tapi Bunda udah matiin semua lampu… Bunda cium Alyaka dan bilang kalau Alyaka adalah buah hati, kesayangan, jantung hati, kecintaan, dan separuh jiwa Bunda. Alyaka suka sekali! Ternyata bukan hape yang jadi kecintaan Bunda, ternyata Alyaka! Besok pasti Alyaka dapat perhatian dan waktu Bunda, cuma hari ini aja Alyaka mengalah karena sepertinya penting.

Bunda, Alyaka lihat Bunda udah tidur… Alyaka sayang sekali sama Bunda. Alyaka selalu ga sabar disayang Bunda, dielus-elus, digendong, dipeluk, digelitikin. Apapun saat Bunda sama Alyaka aja berdua, atau bertiga sama Ayah, asal gak bertiga sama hape. Alyaka kadang mengira Bunda gak sayang Alyaka karena ada kalanya Alyaka lamban, atau gak dengerin Bunda, atau memukul kalau kesal. Semua Alyaka lakukan untuk cari perhatian Bubu…

Tapi Alyaka percaya besok akan lebih baik! Karena tadi Bubu bilang kalau Alya adalah segalanya buat Bunda. Selamat tidur, Bunda. Mimpi indah. Alyaka kepingin cium tapi wajah Bunda ada obatnya, makanya Alyaka elus aja ya…

Dalam remang-remang cahaya lampu tidur Alyaka lihat Bunda senyum. Pasti Bunda mimpinya indah, semoga ada Alyaka di mimpi Bunda.

Selamat malam, Bunda.





* Tulisan ini saya sendiri yang buat, saat sedang berada di lowest point dan merasa failed sebagai orangtua. Saya sudah lama struggle dengan kecanduan sosial media, hal yang saya sesali sampai sekarang. Saat itu sehari bisa 6-8 jam bermain hape tanpa faedahnya sama sekali. Puncaknya saat selesai operasi tumor, one of the most significant turning point in my life. Saya meredefinisi hampir semuanya, memaknai ulang hampir semua hal, dan mencari bantuan sebanyak-banyaknya. Kini, saya sudah merasa jauh lebih baik. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk ibu-ibu rumah tangga lain yang sedang berjuang. 


Comments

Popular Posts